Zlatan Ibrahimovic

Pidato Berapi-api Zlatan Ibrahimovic : Italia Milik AC Milan!

Memberligapedia.net – Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, menarik perhatian publik media sosial. Sebuah video yang dibagikan oleh akun resmi klub menunjukan momen ketka pria asal Swedia itu menyampaikan pidato berapi-api di depan rekan setimnya.

Kehadiran Zlatan Ibrahimovic memang memberikan pengaruh besar buat Milan. Sebelum Ibrahimovic datang, Milan adalah klub yang kerap jadi bulan-bulanan tim lain. Ibra bahkan datang tepat setelah milan di bantai 0-5 oleh Atalanta.

Dua tahun berselang, Milan menjadi juara Serie A. Gelar bergengsi itu mereka dapatkan setelah meraih kemenangan atas Sassuolo dengan skor telak 3-0 di Mapei Stadium hari Minggu (22/5/2022).

Perolehan gol Ibrahimovic sendiri tidak begitu mentereng musim ini. Ia hanya membukukan delapan gol dari 26 penampilan di semua kompetisi. Namum sejak awal, tujuan kedatangannya Ibrahimovic bukan untuk mendongkrak kualitas teknik tim.

Sangan Sedikit yang Percaya Milan

Kehadiran Ibrahimovic ditujukan untuk memperkuat mental Squad AC Milan yang dilimuti banyak pemian muda seperti Pierre Kalulu, Rafael Leao, dan Fikayo Tomori. Sungguh, ini keputusan yang tepat dari manajemen Rossoneri.

Setelah pertandingan kontra Sassuolo, Milan membagikan sebuah video yang menunjukan bagaimana Ibrahimovic menyalurkan mental juaranya kepada rekan satu timnya. Atas inisiatif nya sendiri, Ibra melontarkan pidato berapi-api.

“Panggil semuanya ke sini,” buka Ibra. “Teman-teman, tetap tenang. Saya tidak ingin mengucapkan perpisahan. Teman-teman, sejak hari pertama, ketika saya tiba –  kemudian, yang lain datang setelahnya – sangat sedikit yang percaya kepada kita.”

“Namun ketika kita paham bahwa kita harus berkorban, menderita, percaya dan bekerja, ketika ini terjadi, kita jadi sebuah kesatuan. Dan ketika anda menjadi satu kesatuan, anda bisa meraih hal-hal yang kami raih,” lanjutnya.

Lanjutan Pidato Berapi-api Zlatan Ibrahimovic

“Sekarang kita adalah juara Italia. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih pada semua pemain,” pemain berusia 41 tahun itu meneruskan pidatonya.

“Saya sekarang berbicara mewakili seluruh tim. Kami juga ingin berterima kasih kepada Paolo (Maldini), Ricky (Massara), dan Ivan (Gazidis). Ini tidak mudah, tapi kita menjadi satu kesatuan yang nyata musim ini.”

“Pada awal musim, tidak ada yang percaya kepada kita. Tapi melalui prinsip ini, kita jadi lebih kuat. Saya sangat bangga kepada kalian semua. Sekarang, bantu aku : rayakan seperti juara. Sebab Milan bukan milik Milan, Italia lah yang jadi milik Milan!” tegasnya sembari membalikan meja di ruang ganti.

Pidato berapi-api itu disambut antusias oleh para pemain Milan yang lain. Mereka merayakan keberhasilan meraih Scudetto dengan girang. bahkan Maldini sampai ikut serta dalam Euforia itu.