Cerita Tarik Ulur Jack Ma Saat Bertemu Bos Lippo

Jakarta, CNN Indonesia — Pendiri grup Lippo, Mochtar Riady mengaku pernah bertemu dengan pendiri Alibaba, Jack Ma. Dalam pertemuan tersebut, Jack Ma berbincang soal Alibaba yang ia dirikan kepada Mochtar.

Ia menilai pertemuan dengan Jack Ma pada Januari 2014 itu cukup istimewa. Sebab, awalnya Jack Ma tidak mau bertemu dengan dirinya. Namun, akhirnya pertemuan itu malah berakhir dengan Mochtar berlangsung lebih dari setengah hari.

“Kita saat itu cerita selama 13 jam. Waktu saya datang kesana dia memperkenalkan Alibaba dengan menayangkan video. Saya juga dibawa ke tempat risetnya,” tutur Mochtar dalam acara Indonesia Digital Conference (IDC) di Jakarta Pusat, Kamis, (28/11).
Setelah tak berkenan bertemu, namun Mochtar akhirnya berhasil mendapat jadwal pertemuan pada pagi hari.

“Jadwal pertemuan pada pukul 08.30 sampai 11.30. Jack Ma tadinya tidak bersedia makan siang dengan saya,” ujarnya.

Tak puas makan siang, Jack Ma pun mengundang Mochtar untuk makan malam di rumahnya hingga pukul 21.30.

Dalam pembicaraan itu, Mochtar sempat membicarakan soal bisnis e-commerce dengan Jack Ma. Menurut pendiri Alibaba itu, pengusaha bisa memanfaatkan e-commerce dengan dua cara.

Pertama menjadi bagian dari pasar di e-commerce dengan membuka toko daring. Kedua, menjadi penyedia platform dan membangun pasar di internet. Menurut Mochtar, Alibaba menggunakan fungsi kedua dengan menggunakan e-commerce untuk membangun pasar di internet.

“Kalau buka toko di internet itu biasa, tapi Alibaba ini something yang unik. Jack Ma punya jasa yang luar biasa karena bisa mengatasi kemiskinan,” katanya.

Dengan demikian, kehadiran Alibaba di China disebut Mochtar bisa mengatasi kemiskinan. Petani misalnya bisa mendapat harga yang murah untuk kebutuhan sehari-hari lewat Alibaba. Hingga akhirnya, Alibaba berhasil menguasai peredaran uang 1,4 miliar penduduk China.

“Inilah yang ingin saya sampaikan bahwa kita di era digital perlu tahu, semua ini harus kita ikuti dan teliti bagaimana menggunakan teknologi untuk perdagangan dan bisnis,” tuturnya.

Ajang Indonesia Digital Conference (IDC) 2019 digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sebagai hajatan tahunan konferensi digital.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan ajang IDC 2019 akan memberi wadah saling bertukar pengalaman, gagasan, dan strategi bagaimana membangun ekosistem digital yang diperlukan untuk masa depan bersama.

Sumber : cnnindonesia.com