Cara Membuat Wedang Jahe yang Enak dan Pedasnya Nendang

LIGAPEDIA – Secangkir wedang jahe paling enak dinikmati hangat-hangat. Makin enak lagi kalau aromanya semerbak dan rasanya pedas nendang.

Cara membuat wedang jahe memang susah-susah gampang. Kalau salah mengolah maka hasilnya akan hambar, tak beraroma dan justru cenderung pahit. Padahal wedang jahe yang enak seharusnya punya aroma dan rasa segar serta pedas menghangatkan.

Banyak hal yang mempengaruhi kualitas rasa dari wedang jahe, mulai dari jenis jahe, pemilihan jahe segar hingga cara merebus dan menyajikannya. Tak perlu pusing kalau mau membuat wedang jahe enak di rumah, karena asal sudah tahu triknya maka wedang tradisional ini bisa jadi suguhan spesial.

Berikut beberapa tips dan trik praktis untuk mengolah jahe jadi wedang hangat yang siap dikreasikan. (dvs/odi)

Foto: iStock

1. Pilih jahe yang segar dan tua

Kunci utama nikmatnya wedang ditentukan dari pemilihan jenis jahenya. Ya, bahan utama pembuatan wedang memanglah jahe segar. Jahe terbaik untuk wedang adalah jahe tua yang masih segar.

Semakin tua jahe, maka aroma dan rasanya semakin kuat. Usahakan juga memilih jahe merah atau jahe Jawa yang punya sensasi pedas lebih nendang. Jahe yang sudah tua juga tidak menimbulkan rasa pahit pada wedang.

Untuk mengenali usia jahe, coba lihat bagian kulitnya yang berwarna cokelat tua. Pilih jahe yang permukaannya masih keras dan padat sebagai tanda kalau jahe dalam keadaan segar dan tidak layu.

Foto: iStock

2. Kupas tipis-tipis

Bagian jahe yang paling pedas terletak pada bagian bawah kulitnya. Jadi usahakan untuk mengupas kulit jahe setipis mungkin. Tak perlu sampai mengiris bagian kulit tapi cukup dikerik dengan pisau atau sendok.

Terlalu tebal mengupas kulit jahe maka aroma yang dihasilkan akan semakin tipis. Kalau mau lebih nendang lagi, bakar jahe terlebih dahulu sebelum dikupas.

Bakar jahe di atas api hingga aromanya keluar. Cukup bakar sebentar hingga semua sisinya terkena panas api. Perhatikan juga besar api dan waktu membakarnya, jangan sampai jahe menjadi gosong.

Foto: iStock

3. Memarkan atau iris jahe

Setelah jahe sudah bersih dari kulitnya, memarkan atau iris jahe menjadi bagian yang lebih kecil. Jika rimpang jahe terlalu besar maka disarankan untuk mengirisnya.

Irisan jahe kemudian bisa dimemarkan satu persatu hingga cairan sari jahe bisa mudah keluar. Cara ini akan memudahkan sari jahe larut dalam air sehingga membuat aroma dan rasanya lebih nikmat.

Jahe juga bisa diparut hingga halus namun cara ini akan memberikan after taste sedikit pahit. Wedang jahe parut juga harus disaring dengan kain agar tak ada serat halus yang ikut terbawa dalam minuman.

Foto: iStock

4. Rebus dengan air dan gula

Rebus jahe dan air dengan api kecil hingga mendidih beberapa saat. Kemudian tambahkan gula merah atau gula aren. Sebaiknya tambahkan sedikit gula pasir agar rasanya tidak asam. Karena gula aren biasanya punya rasa manis sedikit asam. Jika ada lebih baik gunakan gula batu yang manisnya lebih kuat.

Untuk membuat wedang lebih beraroma, bisa juga menambahkan serai. Pilih serai yang tua, lalu memarkan batangnya. Rebus bersama jahe hingga aromanya cukup kuat. Agar wedang jahe tampak bening dan bersih, saring wedang dengan saringan berpori halus.

Foto: iStock

5. Wedang siap dikreasikan

Wedang jahe yang baru matang bisa langsung disajikan karena rasanya sudah manis. Tapi bisa juga jadi bahan dasar untuk membuat aneka kreasi minuman hangat lainnya yang menggunakan bahan baku wedang jahe.

Beberapa minuman hangat yang bisa dibuat antara lain wedang jahe susu, sekoteng, wedang ronde dan berbagai kreasi wedang lainnya. Selain dinikmati hangat, wedang ini juga bisa disajikan dingin dengan tambahan es batu.

Sederet khasiat wedang jahe juga bisa langsung dirasakan, misalnya mengusir masuk angin, perut kembung hingga memberikan efek menenangkan.

SUMBER : Detik.com