Elon Musk Bisa Atasi Kelaparan di Dunia, Cuma Jentik Jari

Jakarta – Elon Musk saat ini menjadi orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan sebesar USD 289 miliar atau lebih dari Rp 4.000 triliun. Hanya dengan menyumbangkan secuil kekayaannya, Musk disebut bisa menyelesaikan masalah kelaparan global.
Executive Director World Food Programme David Beasley mengatakan Musk bisa menyelamatkan 42 juta orang di dunia dari kelaparan hanya dengan menyumbangkan USD 6 miliar atau 2 persen saja dari total kekayaannya. Tapi Musk tidak perlu melakukannya sendirian, ia bisa mengajak miliarder lainnya untuk ikut menyumbangkan sedikit kekayaannya.

“Ini saatnya miliarder untuk maju hanya untuk sekali ini saja–USD 6 miliar untuk membantu 42 juta orang yang akan meninggal dunia jika kita tidak membantu mereka. Ini tidak rumit,” kata Beasly dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip dari Gizmodo, Kamis (28/10/2021).

“Saya tidak meminta mereka melakukan ini setiap hari, setiap minggu, setiap tahun. Kita mengalami krisis. Kita menghadapi badai konflik, perubahan iklim, dan COVID-19 yang dahsyat,” sambungnya.

Beasley mengatakan saat ini ada 42 juta orang di 43 negara yang masuk dalam IPC level empat. IPC adalah klasifikasi yang digunakan untuk mengukur krisis kelaparan di populasi global yang terdiri atas lima level, dan IPC level empat merupakan situasi emergency atau darurat.

Sepanjang tahun 2020, 500 orang terkaya di Amerika berhasil menambahkan USD 1,8 triliun ke pundi-pundi kekayaannya. Sementara itu, Musk sendiri berhasil meraup USD 36 miliar hanya pada Senin (25/10).

Tapi sebagian besar dari orang-orang kaya ini justru membayar pajak lebih sedikit dibandingkan orang Amerika kebanyakan. Contohnya, Musk pada 2018 tidak membayar pajak pendapatan sama sekali, berdasarkan data ProPublica.

Saat ia membayar pajak pendapatan, seperti pada 2015 dan 2017, CEO SpaceX dan Tesla ini hanya membayar kurang dari USD 70 ribu per tahun.

Musk, seperti miliarder lainnya seperti Bill Gates dan Jeff Bezos, lebih memilih menyumbangkan kekayaannya ke yayasan amal yang ia dirikan. Sama seperti Gates, yayasan itu juga digunakan Musk untuk menghindari pajak.

Berdasarkan analisis Quartz, pada 2020 Musk menyumbangkan USD 257 juta untuk yayasan amal miliknya, Musk Foundation. Angka itu tentu hanya seujung kuku jika dibandingkan dengan jumlah kekayaannya saat ini.

Dengan menyumbangkan kekayaannya ke yayasan amal, Musk dan miliarder lainnya justru bisa makin kaya karena sumbangan seperti itu tidak dipotong pajak. Sementara itu, Musk diramal akan menjadi triliuner pertama di dunia.

Pada saat ini, kekayaan Musk memang banyak disumbangkan oleh perusahaan mobil listrik Tesla yang ia pimpin. Namun, di masa depan, perusahaannya yang lain, yaitu SpaceX, bisa jadi akan memberikan lebih banyak uang seiring melesatnya bisnis luar angkasa.

Baca artikel detikinet