Diungkap, Begini Hasil Studi Vaksin Pfizer untuk Booster

Jakarta – Studi baru terus dilakukan untuk mengetahui efektivitas setiap jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan sebagai booster. Hal ini juga dilakukan perusahaan pengembang vaksin Corona Pfizer-BioNTech.
Seperti vaksin lainnya, seiring berjalan waktu vaksin Pfizer juga menunjukkan adanya penurunan efikasi. Jika sebelumnya efikasinya mencapai 96 persen, kini menurun menjadi 84 persen. Maka dari itu, beberapa negara mulai merencanakan memberikan dosis booster untuk meningkatkan perlindungan dari COVID-19.

Hasil penelitian
Penelitian ini melibatkan sekitar 10.000 peserta yang berusia 16 tahun ke atas, dan rata-rata berusia 53 tahun. Sebanyak 55,5 persen peserta berusia antara 16 dan 55 tahun, dan 23,3 persen 65 tahun atau lebih.

Berdasarkan studi besar yang dilakukan, pihak perusahaan mengungkapkan vaksin booster dengan Pfizer dapat memberikan perlindungan dari virus Corona hingga 95,6 persen, termasuk varian Delta. Mereka yakin bahwa suntikan booster dengan vaksin ini memiliki profil keamanan yang baik.

Melihat ini, analis Jefferies Michael Yee mengatakan hasil uji coba ini menambah data baru bahwa pemberian booster dengan vaksin Pfizer ini bisa membantu memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi simtomatik atau bergejala.

“Tidak ada kasus penyakit parah yang dilaporkan, menunjukkan perlindungan yang kuat dari infeksi hanya dengan seri vaksinasi primer,” tulis Yee yang dikutip dari CNBC International, Jumat (22/10/2021).

Dalam penelitian ini, vaksin booster diberikan 11 bulan setelah pemberian dosis kedua. Hasilnya, hanya ditemukan lima kasus COVID-19 pada kelompok booster dibandingkan dengan 109 kasus pada kelompok yang menerima suntikan plasebo.

Pihak perusahaan pun telah menyerahkan hasil rinci dari uji coba ini untuk dipublikasi peer-review ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Hal ini dilakukan agar regulator AS dan Uni Eropa bisa memberikan izin vaksin Pfizer digunakan sebagai suntikan penguat atau booster.

Sebelumnya, pihak FDA telah mengizinkan vaksin Pfizer digunakan sebagai suntikan booster. Namun, vaksin tersebut baru diizinkan diberikan pada kelompok usia 65 tahun ke atas, orang yang memiliki komorbid, dan mereka yang berisiko besar terpapar virus di lingkungan pekerjaannya.

Belum kebagian vaksin COVID-19? Kamu bisa mendapatkan vaksin Pfizer di detik.com/vaksinctcorp.

Baca artikel detikHealth